Menulis cerita bukanlah hal yang mudah, meskipun mengandalkan skenario pada pikiran. Terkadang apa yang ada di pikiran kita terasa indah, namun ketika ide itu ditorehkan pada lembaran kertas maupun layar catatan justru berbeda dengan ekspektasi sebelumnya.
Atau mungkin, ada yang sudah menulis di bagian awal tetapi bingung di bagian pertengahan? Itu wajar. Sebaliknya, jika terus-menerus dilakukan justru berpotensi ide tersebut berhenti di tengah jalan. Selama 6 tahun menjadi penulis bayangan, saya baru menyadari beberapa kesalahan yang menyebabkan karya saya berhenti di tengah jalan, antara lain:
1. Tidak menentukan tema dengan baik
Di awal rencana, saya hanya berpatokan pada salah satu alur yang menyenangkan bila dibaca, dan lupa memikirkan bagaimana awal mula cerita itu terjadi. Menyebabkan bentroknya cerita di awal dan pertengahan.
2. Tokoh yang dibuat asal-asalan
Menciptakan tokoh yang diambil sembarang, tanpa menentukan asal-usul tokoh, ciri khas, dan karakter, Akibatnya mudah lupa dengan tokoh sendiri, dan malah menciptakan karakter baru yang berbeda.
3. Tanda baca yang berantakan
Tentu sebagai penulis ada masanya salah ketik dan tulis dalam pengerjaan karya. Itu wajar, dan wajib bagi penulis untuk mempelajari tanda baca yang baik agar para pembaca tidak kebingungan. Sebagai pembaca yang baik pula, jika ingin menegur penulis gunakanlah bahasa yang baik.
Lantas, bagaimana caranya menulis dengan baik agar selesai tepat waktu dan sesuai dengan ekspektasi? Berikut ini hal penting yang harus kamu siapkan sebelum menulis cerita:
1. Tulis semua ide di sebuah catatan
Tenang, kamu jangan terburu memikirkan bagaimana alurnya, yang terpentingg tulis dulu semua gambaran ide di pikiranmu agar tidak lupa.
2. Tentukan alur singkat dari awal hingga akhir
Ini termasuk bagian penting agar kamu tidak kehilangan arah dalam proses penulisan. Kamu ingin tokoh utama mu di awal cerita bagaimana, di akhir cerita kamu ingin dia bahagia atau sebaliknya.
3. Buat latar belakang tokoh utama
Mulai dari asal tokoh, sifat, ciri khas, gaya hidup. Hal ini ditulis karena bisa memengaruhi terciptanya tokoh-tokoh lain.
4. Menciptakan tokoh lain
Biar si MC gak kesepian, kamu harus ciptakan tokoh yang berpengaruh pada jalannya cerita. Jangan takut menulis tokoh jahat, justru itu yang bikin cerita kamu menarik. Tapi, jangan bikin mereka terlalu jahat juga, hiduplah realistis.
Itu dia beberapa poin penting yang harus kamu lakukan sebelum menulis cerita. Apabila kamu memiliki beberapa ide tambahan entah dari alur maupun tokoh, kamu bisa menyelipkan ide itu di beberapa bagian. Tapi, jangan terlalu banyak, karena bisa mengubah sepenuhnya alur cerita yang kamu buat.
Terima kasih, dan konsisten selalu dalam menulis cerita.
Ditulis oleh: Fathma Arziqa Putri Siswoyo













